Pernyataan Aa Gym soal 'Ganyang Cina' tuai kontroversi



BBC.COM Indonesia - Pernyataan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym bahwa umat Islam tidak pernah mengatakan 'Ganyang Cina' menuai keriuhan di media sosial karena dianggap menyangkal realitas adanya kelompok Islam garis keras - yang kerap memicu kekerasan.

Kicauan Aa Gym yang diunggah Senin (10/04) merupakan respons atas video kampanye Ahok-Djarot yang menampilkan sejumlah orang berpeci dan bersorban berujuk rasa dengan latar belakang spanduk bertuliskan 'Ganyang Cina'.
"Tak pernah kami mengatakan ganyang Cina, sekalipun berjuta umat Islam berkumpul, bahkan kami menghormati... Mengapa membuat video fitnah ini?" katanya.
Video kampanye Ahok-Djarot yang diklaim mempromosikan keberagaman itu dilaporkan oleh sejumlah advokat kemarin karena dianggap menyudutkan umat Islam. Walau tim sukses Ahok-Djarot mengatakan bahwa penggambaran itu adalah sesuai dengan realitas yang terjadi.
Kicauan Aa Gym langsung mendapat berbagai tanggapan dan dibagikan lebih dari 4.000 kali. Sejumlah orang kemudian menunjukan rekaman video dan gambar yang menunjukan spanduk-spanduk anti-Cina dan teriakan-teriakan provokatif.
Tokoh muda NU, Nusron Wahid misalnya mengunggah berbagai video yang menunjukan sejumlah orang menggunakan kaus 'aksi 4 November' sedang menggelar spanduk bertulis 'Ganyang Cina, Penjarakan Ahok.'
"Ini fakta atau utopi? Kalau fakta jangan marah dong. Ketahuan berbuat, (lalu) ditunjukkan kok marah," tanya Nusron.
Dengan mengubah satu syair paling terkenal dari Aa Gym, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal mencuit, "jagalah hati @aagym, jangan kau nodai dengan memfitnah bahwa orang lain telah memfitnah."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ruhut: Kalau Ibukota Pindah ke Palangkaraya, Anies Baswedan Jadi Gubernur Desa Besar

Bisiki Menhub, Presiden Jokowi Janjikan Bangun Bandara di Halmahera

Cewek Seksi Ini Bukan Selebritis tapi Punya Hobi Unik Lho